mrapat.id

Berbekal Wangsit, Pria Asal Kebumen Ini Meminta Soeharto Mundur

Mrapat.id – Jauh sebelum masyarakat dihebohkan munculnya sejumlah kerajaan ajaib dengan misi menyelamatkan Indonesia baru-baru ini. Ternyata pada 1976, gerakan serupa pernah dilakukan Sawito Kartowibowo, seorang mantan pegawai dinas pertanian kelahiran Kebumen. Tak tanggung-tanggung, Sawito dengan lihainya berhasil menghimpun petisi dukungan dari beberapa tokoh nasional, sekaliber Bung Hatta, mantan Kapolri, Buya Hamka sebagai Ketua MUI saat itu, Kardinal Yustinus Darmoyuwono dari MAWI dan TB Simatupang perwakilan PGI.

Pria kelahiran Kebumen 1932 ini, mengklaim diri sebagai Ratu Adil yang mendapat tugas menyelamatkan Indonesia. Ia merasa berhak atas warisan tahta kerajaan Majapahit, bahkan merasa ditugasi membuka jalan baru bagi Nusantara dan seluruh jagad raya. Ia mengaku dinobatkan sebagai Ratu Adil setelah melakukan lelono brotoI, ke beberapa gunung dan tempat keramat di Pulau Jawa. Pada prosesi tersebut, ia bercerita menemui penguasa Kahyangan dan arwah raja-raja Majapahit. Setelah itu sengaja bertamu ke Situ Panjalu, istana Prabu Banjaransari alias Sang Hyang Prabu Cakradewa, raja Galuh pertama yang konon cucu Prabu Jayabaya dari Kediri di abad XII.

Untuk membuktikan keseriusannya, pada 1976 dia menyusun sebuah dokumen rencana penyelamatan Indonesia, berjudul “Menuju Jalan Keselamatan”. Dengan dokumen inilah, Sawito berhasil mengumpulkan tanda tangan para tokoh nasional, yang berpikir bahwa dokumen itu semata merupakan gagasan bagi kemajuan bangsa.

Ternyata selain itu, Sawito juga sudah mempersiapkan dokumen-dokumen lain, yang ujungnya meminta kepada Presiden Suharto, untuk mundur dari jabatannya. Sontak, tindakan ini membuat geger publik, dampaknya Sawito diseret ke meja hijau dengan tuduhan makar.

Bulan Juni 1978, Sawito dijatuhi hukuman penjara delapan tahun dengan tuduhan usaha makar terhadap pemerintahan yang sah. Di akhir sidang Sawito tetap menolak tuduhan itu. Dia bersikeras hanya mengikuti wangsit yang diterima untuk menyelamatkan Indonesia. (M32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *