mrapat.id

Menakutkan! Jangan Beli Nasi di Desa Ini!

Mrapat.id – Sekilas Desa Penimbun tak jauh berbeda dengan desa-desa lain di Kecamatan Karanggayam di wilayah Kebumen Utara. Kontur tanah berbukit yang dihiasi sawah tadah hujan serta tanaman palawija yang diselingi rumpun pandan. Secara kasat mata kelihatan bahwa daerah itu kekurangan air bahkan cenderung tandus.

Namun jika diperhatikan dengan cermat, ada satu keanehan. Tidak ada satupun warung nasi dapat ditemukan, entah itu nasi rames, nasi goreng atau yang lain. Memang ada beberapa warung makan, namun menunya sebatas gado-gado, lotek atau mie ayam, namun bukan nasi.

Menurut salah satu warga, Haminah (47), memang di Desa Penimbun ada satu mitos yang melarang orang menjual nasi. Konon jika pantangan ini dilanggar, akan ada penduduk yang mendapat musibah. Penduduk diperbolehkan memberikan nasi kepada orang lain, tapi harus diberikan secara gratis tanpa bayaran.

Jadi jika kita masuk ke warung gado-gado, sebaiknya jangan minta nasi. Bisa jadi penjual akan memberikan nasi, tapi tidak akan meminta bayaran. Bahkan kalaupun kita memaksa, penjual akan tetap menolak.

Kasi Perencanaan Pembangunan Desa Penimbun, Dede Adi Saputra membenarkan adanya mitos ini. Menurut Dede, sekalipun saat ini sudah masuk era modern, banyak warga yang masih mempercayainya. Bahkan jika harus menjamu tamu dinas ke desa, mereka terpaksa membeli nasi ke luar desa karena tidak ada warga setempat yang mau menjual nasi.

Lebih jauh Dede mengungkapkan bahwa mitos warisan nenek moyang ini mesti dilihat maknanya dengan lebih dalam. “Kita tahu bahwa sawah-sawah di Penimbun menggunakan sistem tadah hujan serta memiliki tanah yang tak begitu subur. Dengan demikian menanam padi sangat memerlukan perjuangan dan tinggi resiko gagalnya. Dalam kondisi inilah nenek moyang kami melihat beras memiliki arti sangat penting dalam kelangsungan kehidupan. Beras bukan sekedar komoditi dagang, tapi beras adalah sarana membangun persaudaraan agar kehidupan terus berlangsung,” pungkas Dede. (M31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *