mrapat.id

Batik Pangastuti : Simbol Perlawanan Difabel

Mrapat.id – Sebagai simbol perjuangan atas hak-hak kaum difabel, Rumah Inklusif Kebumen meluncurkan produk Batik Pegon edisi Pangastuti. Penamaan edisi ini berasal dari pepatah Jawa, Suradiya Jayaningrat Lebur Dening Pangsatuti yang berarti segala bentuk kekerasan, kemarahan akan lebur oleh kasih dan kelembutan. Edisi ini menjadi simbol perjuangan Rumah Inklusif melawan segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan pada kaum difabel.

Seri Pangastuti diluncurkan berawal dari keprihatinan masih maraknya perundungan yang dialami penyandang disabilitas. Salah satu yang paling terkini adalah peristiwa di sebuah sekolah di Purworejo. Mirisnya, masih banyak pihak yang melihat perundungan itu sebatas keisengan dan kenakalan semata.

“Kami mengambil nama Pangastuti karena perlawanan kami memang perlawanan yang mengedepankan cinta kasih dan kelembutan. Dengan kebaikan kami yakin akan mampu mencegah perundungan dan memupus ketidakadilan bagi kaum difabel,” jelas Muinatul Khoiriyah, pendiri Rumah Inklusif.

Rumah Inklusif yang berlokasi di Desa Kembaran, Kebumen dibentuk pada 2015 sebagai salah satu wadah advokasi kaum difabel. Sejak akhir 2018, mereka memproduksi Batik Pegon yang motifnya terinspirasi oleh bentuk-bentuk huruf Arab Pegon. Tak hanya bentuk, dalam motif ini juga terkandung ungkapan dan kata kebijakan lokal yang banyak diusung para ulama nusantara. Tak heran, tema-tema yang sangat lokal pun bermunculsan, seperti Ngupati, Jaa zaidun, Guyub Rukun dan lain-lain.

Lebih lanjut, Mu’inatul mengungkapkan, Batik Pegon diproduksi para difabel beserta keluarganya. Selain sebagai salah satu bentuk penggalian dana kegiatan, Batik Pegon ini sekaligus sarana mengkampanyekan kesadaran inklusif di tengah masyarakat.

“Terbukti setiap kali ada yang tertarik membeli pasti diawali dengan pertanyaan-pertanyaan terkait makna Batik Pegon. Di sinilah kami berkesempatan menyampaikan nilai-nilai inklusif yang menjadi roh kegiatan kami,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Mbak Iin ini.

Saat ini produk Batik Pegon sudah menyebar tak hanya di seputaran Kebumen, namun juga ke kota-kota besar di Jawa. Batik Pegon juga sudah mewarnai pameran di berbagai kota termasuk dalam kesempatan haul Gus Dur di Jakarta akhir tahun lalu.

Rencananya Batik Pegon Seri Pangastuti dan edisi-edisi lainnya akan diluncurkan dalam bentuk peragaan busana. Acara ini sekaligus menandai pembukaan Galeri Pegon yang berlokasi di Jl. Fajar, Kembaran Kebumen. Keberadaan Batik dan Galeri Pegon diharapkan menginspirasi kelompok-kelompok difabel untuk membuat kegiatan-kegiatan produktif yang tidak hanya bermanfaat secara finansial. Ini juga sekaligus menjadi alat perjuangan melawan ketidakadilan dan kekerasan yang kerap menimpa kaum difabel. (M31)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *