mrapat.id

Menyoal Netralitas ASN di Pilkada Kebumen 2020

Selama dua tahun beruntun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Kebumen di uji kenetralitasannya. Pertama pada Pemilu 2019 lalu, tahun ini dalam Pilkada 2020. Sesuatu yang berat bagi mereka. Menjaga netralitas, menurut mereka berarti menjaga syahwat politik. Padahal, manusia terlahir menjadi makhluk berpolitik. Dari dalam kandungan hingga liang lahat, manusia masih diliputi hasil berpolitik, baik sebagai subjek maupun objek. Tentu bagi ASN itu menyiksa.

Pengekangan atas nama netralitas dapat menjadikan mereka cenderung menjadi apolitis. Itu justru berbahaya, karena ASN dalam bekerjanya berkaitan dengan kebijakan-kebijakan politik. Bentuk aplikasinya adalah pelayanan bagi masyarakat. Maka dari itu, idealnya ASN itu sadar politik. Dalam hal ini, yang dimaksud netralitas itu hanya berkutat pada tataran politik pragmatis, tapi bukan pada politik idealitas, yakni ASN seharusnya dapat menjadi bagian bagaimana mereka memberikan kritik terhadap kebijakan publik yang menyulitkan masyarakat.

Namun kenyataan di lapangan, kebanyakan ASN masih takut berbicara dan cenderung menginduk. Itulah pemaknaan netralitas yang salah. Tapi bukan juga jor-joran melawan pimpinan. Dalam posisi tersebut, ASN tetap menempatkan dirinya sebagai salah satu komponen yang menjadi bagian penting berjalannya roda pemerintahan. Seperti yang dikatakan Dr. Kartini Kartono dalam bukunya berjudul Pemimpin dan Kepemimpinan, Apakah Pemimpin Abnormal Itu? Bahwa ASN sebagai pekerja, termasuk dalam sistem kegiatan terkoordinasi, dalam kelompok orang yang bekerja sama, mengarah pada tujuan bersama, di bawah kewenangan dan kepemimpinan.

Apalagi saat ini, ASN berada di era masyarakat modern. Tentunya masyarakat lebih cerdas memandang kinerja dari ASN. Masyarakat akan menilai ASN yang bekerja untuk rakyat atau kekuasaan. Maka dari itu, netralitas dalam Pilkada bukan berarti memutus komunikasi antara ASN dengan politikus dan calon kepala daerah. Tapi tetap menjalin hubungan baik, karena bagaimana pun kehidupan ASN bereratan dengan politik.

Catatan Redaksi

Penulis : Guntur Mukti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *