<script data-ad-client="ca-pub-9852753218845547" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
mrapat.id

“Isi Dompet Suami” Jadi Penyebab Tingginya Tingkat Perceraian di Kebumen Selama Pandemi

Mrapat.id – Tercatat ratusan kasus perceraian terjadi di Kebumen sejak awal tahun hingga medio 2020 ini. Data dari Pengadilan Agama Kabupaten Kebumen menyatakan terjadi 505 kasus perceraian.

Tingginya kasus perceraian di masa pandemi dipengaruhi faktor ekonomi. Tertutupnya akses penunjang ekonomi, menjadikan sejumlah pasangan memilih bercerai. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Panut.

“Di masa pandemi, perceraian memang naik signifikan. Faktornya tentu saja ada banyak, namun yang paling dominan ya karena ekonomi,” ungkap Panut kepada Mrapat.id hari ini (8/9).

Menurut Kemenag Kabupaten Kebumen, potensi kenaikan kasus perceraian di masa pandemi akan terus berlangsung. Pasalnya, pandemi belum pasti kapan akan berhenti.

“Perceraian di tahun 2019 saja mencapai angka 1.207 kasus. Nah, apalagi sekarang di masa pandemi seperti ini. Faktor ekonomi menjadi pemicunya. Apalagi semisal istri jadi tumpuan pendapatan atau pendapatannya lebih besar,” paparnya. (CM35)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *