<script data-ad-client="ca-pub-9852753218845547" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
mrapat.id

Tujuh Bulan Pandemi, 11.003 Pengangguran Lahir di Kebumen

Mrapat.id – Pengangguran di Kabupaten Kebumen mengalami kenaikan selama pandemi Covid-19. Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerkukm) Kabupaten Kebumen mencatat selama tujuh bulan pandemi sebanyak 11.003 pengangguran lahir di Kebumen.

“Pengangguran di Kabupaten Kebumen memang naik secara signifikan selama pandemi. Kita tentu saja tidak bisa mengelakkan pendemi Covid-19 sangat berpengaruh bagi para pekerja di Kebumen. Selain banyak PHK, faktor perusahaan yang menutup diri (tidak membuka lowongan pekerjaan_red) dan lulusan yang belum terserap, menjadikan angka pengangguran naik,” ungkap Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Pelatihan, dan Produktivitas (Pentalattas) Disnakerkukm Kabupaten Kebumen, Sigit Basuki, kemarin (9/9) kepada Mrapat.id.

Sigit menambahkan, jumlah belasan ribu pengangguran yang terdata sejauh ini belum menjangkau keseluruhan. Ini karena menurutnya masih banyak pencari kerja yang tidak melaporkan kondisinya.

“Pencari kerja yang terdata di Disnakerkukm Kebumen selama Januari sampai Agustus mencapai 11.003 orang. Kenaikan terbanyak ada di bulan Juni mencapai 6.000 orang dan Juli sebanyak 1.800 orang,” papar Sigit.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kebumen, Akif Fatwal Amin menjelaskan, PHK Karena dampak covid 19 paling banyak terjadi di sektor pariwisata, perhotelan, dan transportasi.

“Ini merupakan dampak yang sifatnya nasional. Kami dari serikat pekerja tetap menyadari akan dilema yang terjadi di perusahaan-perusahaan. Namun, kami berharap apabila terpaksa harus melakukan PHK, ya jangan sampai hak pekerja (pesangon_red) tidak diberikan, tandas Akif. (CM35)

Editor  : Guntur Mukti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *