<script data-ad-client="ca-pub-9852753218845547" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
mrapat.id

Bersiap! Selama Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Kebumen Bakal Meroket

Mrapat.id – Pandemi Covid-19 menjadikan kondisi perekenomian Kebumen kian terpuruk. Data terakhir Badan Pusat Statistik masih menunjukkan Kabupaten Kebumen menempati posisi teratas warga miskin terbanyak di Jawa Tengah, dengan angka 16,82 persen.

Tercatat ada sekitar 201.000 rumah tangga atau sekitar 700.000 jiwa masuk kategori warga miskin, dengan penghasilan per bulan kurang dari Rp 363.000. Padahal, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kebumen 2020 ditetapkan sebesar Rp 1.835.000.

Ironisnya, jumlah warga miskin Kabupaten Kebumen diprediksi akan terus mengalami kenaikan, selama pandemi yang masih berjalan hingga saat ini.

“Angka kemiskinan diprediksi akan naik. Mengingat pandemi Covid-19 belum selesai. Tidak tahu kapan akan selesai. Ini karena, banyak PHK, perusahaan tiarap atau gulung tikar, tingkat produksi berkurang, mobilitas masyarakat berkurang, dan lain sebagainya,” ungkap Kepala Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Kebumen, Eko Widianto, Minggu (13/9) kepada Mrapat.id.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan, terkait bantuan sosial kepada warga miskin dan terdampak mencapai lebih dari 7 jenis. Meski demikian, Eko menyayangkan jika persoalan kemiskinan dibebankan seoalah hanya kepada pihaknya. Menurutnya, persoalan kemiskinan bukan sepenuhnya tanggung jawab Dinas Sosial PPKB.

“Untuk mengentaskan kemiskinan, harus ada langkah strategis serta berkelanjutan. Langka itu juga harus diimbangi dengan kerjasama antar dinas terkait. Jadi, harus terintegrasi,” pungkas Eko Widianto. (CM35)

Editor  : Guntur Mukti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *