mrapat.id

Kasus Covid-19 Melonjak di Kebumen, Wabup Arif Akui Tracking dan Tracing Pemkab Lamban

Mrapat.id – Hari ini (24/9) total terkonfirmasi warga terjangkit Covid-19 mencapai 418 kasus di Kebumen, dengan pasien dirawat 136 orang, dan 13 pasien diantaranya meninggal dunia.

Kenaikan drastis terjadi selama sepekan terakhir, yakni 157 kasus. Klaster pondok pesantren (ponpes) menjadi penyumbang jumlah kasus terbesar. Terdata 60 santri terpapar virus Corona, dan ada 400 santri yang tengah melakukan uji SWAB.

Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugianto menjelaskan, selama beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kebumen. Menurutnya, itu akibat kurang cekatannya proses tracking dan tracing. Dia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih mempercepat penganan jika terjadi kasus Covid-19.

“Kita perlu menekankan pada tracking dan tracingnya. Sebab jika tidak segera bertindak maka penyebarannya akan sulit dideteksi dan potensi untuk tersebar akan semakin besar,” papar Arif di Rapat Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Kamis (24/9).

Dalam rapat tersebut Arif mengusulkan supaya salah satu rumah sakit di Kebumen dapat melakukan tes SWAB secara mandiri, “Untuk meningkatkan kecekatan dalam penanggulangan Covid-19 di Kebumen, kalau perlu tes SWAB di Kebumen saja, karena salah satu rumah sakit di Kebumen sudah memiliki alat untuk melakukan tes SWAB,” tandasnya.

Diketahui, dalam Rapat Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen diusulkan anggaran sebanyak delapan Milyar Rupiah, dengan pos tertinggi untuk melakukan tes SWAB, sebesar lima Milyar Rupiah. (CM35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *