mrapat.id

Delapan Demonstran yang Diamankan Jalani Rapid Test, Bupati: Hasilnya Negatif

Mrapat.id – Paska unjuk rasa ricuh tolak UU Cipta Kerja di Kebumen, kemarin (9/10), delapan demonstran diamankan aparat kepolisian. Mereka didata dan diberikan pengarahan, selain itu mereka juga dilakukan Rapid Test.

Menurut Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz, kedelapan pengunjuk rasa yang diamankan personel Polres, pada malam harinya dipulangkan. Namun kata Yazid, sebelum mereka dibebaskan, yang bersangkutan telah menjalani Rapid Test, dan hasilnya negatif.

“Alhamdulillah, laporannya anak-anak yang menjalani tes rapid hasilnya negatif. Kemarin malam mereka sudah dipulangkan,” ungkap Yazid kepada Mrapat.id, hari ini (10/10).

Meski demikian, Yazid mengungkapkan, tidak mungkin melakukan tes massal kepada seluruh pendemo. Pasalnya, pengunjuk rasa berjumlah ratusan dan tersebar berasal dari berbagai wilayah di Kebumen.

“Tidak mungkin diadakan tes rapid atau swab masal,” pungkas Yazid.

Diketahui, ratusan massa aksi terdiri dari elemen buruh, mahasiswa, dan pelajar berunjuk rasa menolak disahkannya UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kebumen, pada Jum’at (9/10).

Kondisi sempat mencekam, karena pengunjuk rasa yang tidak puas, melempari batu ke arah Gedung DPRD Kebumen. Terdata, beberapa kaca gedung pecah.

Sejumlah fasilitas umum di sekitar Alun-alun pun tak luput dari amukkan massa. Selain itu, setidaknya tiga aparat kepolisian dikabarkan terluka di bagian kepala dan tangan.

Sementara itu, mengenai tren penyebaran Covid-19 di Kebumen mengalami kenaikan signifikan sebulan terakhir. Total kasus terkonfirmasi Covid-19 per hari ini sudah berada di angka 929. Dengan 290 pasien dalam perawatan. Kemudian, 23 pasien meninggal dunia karena virus ini. (CM35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *