mrapat.id

El Clasico: Barcelona Mengalir, Madrid Menyerang

Mrapat –  Malam ini (24/10) tersaji duel dua Raja Liga Spanyol, Barcelona menjamu Real Madrid di Camp Nou. Kedua tim diprediksi saling menekan dari menit awal. Baik Blaugrana dan Los Blancos sama-sama tengah mengejar poin memperbaiki posisi di klasemen.

Los Galacticos saat ini menempati posisi ketiga, yang hanya tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen Real Socieded. Sementara itu Barcelona berada di posisi kesepuluh dengan raihan poin tujuh.

Kedua tim mengawali musim dengan tidak mulus. Barcelona lebih baik, pada pertandingan terakhir menghajar Ferencvaros 5-1. Sedangkan Madrid terpuruk usai menelan dua kekalahan beruntun.

Alhasil, El Clasico kali ini lebih penting bagi tim tamu. Yang terburuk Madrid bisa memperpanjang laju kekalahan mereka, atau justru berbalik menggunakan Barcelona sebagai pijakan untuk bangkit.

Bagaimanapun, El Clasico selalu seru, panas, dan mempertontonkan adu taktik dua pelatih top. Kali ini ada Ronald Koeman vs Zinedine Zidane, yang punya gaya main khas masing-masing.

Mengutip Marca, kedua tim diyakini tidak akan membuat banyak perubahan dari susunan pemain terakhir mereka.

Barcelona

Sejak ditangani Koeman, Barcelona memulai banyak perubahan, salah satu yang paling kentara ada pada formasi baru 4-2-3-1, bukan lagi 4-3-3 klasik.

Gaya main ini membawa kestabilan lebih dengan double pivot di lini tengah, ada duet Sergio Busquets dan Frenkie de Jong di sana, dalam dua peran berbeda.

Di lini belakang, Barca masih tidak bisa diperkuat Marc Andre Ter Stegen yang masih cedera kualitas Neto akan diuji. Lalu duet Pique dan Lenglet masih akan mengawal pertahanan tim, didampingi oleh Sergi Roberto dan Sergino Dest.

Di depan Barca mulai menemukan bentuk terbaiknya. Coutinho main sebagai gelandang no. 10, di kanan kirinya ada Ansu Fati dan Pedri, lalu Messi sebagai false nine.

Real Madrid

Zinedine Zidane terus mengutak-atik skuadnya sejak awal musim, tapi sekarang dia harus berhati-hati, dan mungkin akan memilih formasi 4-4-2.

Lini belakang Madrid lebih jarang diubah, dengan Thibaut Courtois sebagai benteng terakhir.

Lalu ada Varane dan Sergio Ramos di lini tengah, sang kapten dikabarkan sudah pulih dari cedera dan siap bermain. Di sisi kiri ada Ferland Mendy, dan di kanan ada Nahco yang menggantikan duo cedera Carvajal-Odriozola.

Zidane membutuhkan kestabilan di lini tengah, sebab itu dia mungkin akan menurunkan trio Casemiro-Kroos-Valverde, plus Martin Odegaard untuk menambah daya gedor.

Di depan, ada duo Benzema dan Asensio yang diharapkan bisa bekerja sama dengan apik. Asensio akan lebih sering mencari bola, Benzema menunggu peluang.

Adu taktik

Jika benar kedua tim menurunkan taktik tersebut, pertandingan diyakini akan berjalan intens sejak menit awal. El Clasico tidak pernah mengecewakan.

Di satu sisi, ada tim Koeman yang bermain mengalir dalam sistem 4-2-3-1. Di sisi lain, ada formasi 4-4-2 ala Zidane yang dikenal tangguh.

Madrid diyakini tidak akan bermain defensif, sedangkan Barcelona akan mencoba mendesak sejak awal. Laga ketat seperti ini biasanya ditentukan di menit-menit awal.

Bagaimanapun, Madrid punya PR besar di lini belakang, yang tampil ceroboh kontra Cadiz dan Shaktar Donetsk pada dua laga sebelumnya. (M33)

Sumber: Marca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *