mrapat.id

Buruh Tuntut UMK Kebumen 2021 Naik!

Mrapat.id – Buruh tuntut Upah Minimun Kabupaten (UMK) Kebumen 2021 naik. Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) cabang Kebumen meminta pemerintah dalam menentukan UMK mengakomodir kebutuhan hidup masyarakat bawah (buruh_red). Pasalnya, saat ini banyak kebutuhan tidak terduga dampak pandemi.

Menurut SPSI, cara yang paling efektif mengetahui kebutuhan riil buruh, yakni menggunakan survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2021.

“Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015, dalam menentukan UMK 2021 harus dilakukan survey KHL dulu, supaya bisa menjadi acuan Pemerintah Kabupaten Kebumen,” ungkap Ketua DPC SPSI Kebumen, Akif Fatwal Amin, hari ini (4/11/2020) kepada Mrapat.id.

Menanggapi surat edaran dari Menteri Tenaga Kerja, yang berisi upah minimum 2021 disamakan dengan 2020, Akif meminta pemerintah kabupaten untuk tidak perlu terburu-buru menggunakannya.

“Bahwa surat edaran menteri tenaga kerja bukan suatu keharusan sehingga kabupaten atau provinsi mengikuti apa yang tertuang dalam surat edaran menteri tersebut,” ujar Akif.

“Kita berharap kepada Bupati supaya kaum buruh bisa diakomodir keinginannya sehingga di masa pandemi, buruh tidak terancam kondisinya,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerkukm) Kebumen, mengajak dewan pengupahan berdialog, baru-baru ini. Itu sebagai bentuk pertimbangan penentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021.

Kepala Dinas Disnakerkukm Kebumen, Siti Kharisah setelah dihubungi Mrapat.id, usulan dari berbagai elemen yang ikut dialog akan menjadi bahan pertimbangan supaya Kebumen bisa menentukan UMK yang sesuai.

Siti Kharisah, memberikan keterangan, dialog resmi akan segera diselenggarakan untuk mengakomodir usulan dalam penetapan UMK Kebumen.

“Untuk sementara kita masih komunikasi non formal,” jelas Kharisah. (CM35).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *