mrapat.id

Tanah Gerak di Kebumen: 4 Rumah Rusak, Belasan Warga Diungsikan

Mrapat.id – Tanah bergerak terjadi di Kebumen, tepatnya di Kelurahan Panjer, Bojong RT 3 RW 1. Tiga rumah alami rusak parah, sedangkan satu rumah mengalami rusak ringan.

Tanah yang bergerak tersebut diketahui mengalami penurunan sekitar 15 sampai dengan 20 centi meter dan panjang retakan tanah sekitar 50 meter.

Ketua BPBD Kebumen, Teguh Kristiyanto, terjun langsung ke lapangan untuk mengecek secara langsung tempat kejadian. Terlihat beberapa personel BPBD Kebumen berada di lokasi membantu relokasi harta benda warga terdampak.

“Ini sudah mengancam jiwa, jadi saya harus terjun langsung. Kita akan segera merelokasi sementara warga,” ujar Teguh, Rabu (11/11/2020).

Mengenai tanah bergerak yang terjadi, sementara Teguh menyatakan fenomena tersebut bukanlah liquifaksi.

Teguh mengungkapkan, tanah yang bergerak diduga dampak adanya aliran air di dalam tanah. Ia juga menambahkan, rumah yang mengalami retak akibat tanah amblas berdekatan dengan sungai Luk Ula.

“Rumah yang amblas memang berdekatan dengan sungai Luk-Ula. Kemungkinan, terdapat air di dalam tanah sehingga amblas,” ungkap Teguh.

Meski demikian, Teguh menjelaskan akan melakukan kajian lebih lanjut guna memastikan tanah bergerak tersebut.

“Kita akan melakukan kajian dengan LIPI besok. Baru kemudian kita ambil kebijakan lebih jauh lagi,” ujar Teguh.

Diketahui, warga yang terdampak direlokasi ke Rumah Dinas Kompleks bekas Rumah Sakit Umum Daerah Kebumen, yang letaknya tidak jauh dari tempat kejadian. Total, warga yang diungsikan sebanyak 13 orang.

“Kita akan melakukan relokasi sementara untuk menanggulangi hal ini. Kita juga tidak menginginkan jika warga ada yang harus mengalami bahaya jika tetap tinggal di rumah retak tersebut,” ungkap Teguh.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Mrapat.id, diketahui pertama kali tanah bergerak terjadi sejak beberapa hari lalu. Namun, retakan mulai tampak pada Senin, (9/11/2020).

“Sebenarnya sudah lama. Hanya saja retak yang paling besar ditambah tanah yang amblas sekitar 15 centi meter ini ya tadi malam habis hujan,” ungkap Dwi Aji Priyanto, salah satu warga terdampak. (CM35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *