mrapat.id

Pendaftar BPUM di Kebumen Membludak

Mrapat.id – Berjalan tiga tahap, Kebumen diguyur bantuan program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) mencapai Rp 15 Milyar. Pendaftar program Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) membeludak di akhir tahun 2020. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Mrapat.id, dari Agustus hingga November 2020 tercatat total pendaftar program BPUM hingga 36 ribu orang.

“Waktu awal pembukaan program bantuan BPUM sedikit yang mendaftar. Namun, setelah bantuan benar-benar cair, masyarakat berbondong-bondong datang untuk mendaftar. Untuk sementara kita masih mengentri data tersebut ke provinsi,” ungkap Saechun, Jum’at (13/11/2020).

Diketahui, program bantuan BPUM yang cair sepanjang tiga tahap ini lebih dari 6.300 orang. Dengan besaran Rp 2.400.000 per penerima.

“Iya data yang kita dapatkan dari BRI yang cair sudah mencapai 6.300 orang. Kalau dikalikan dengan jumlah bantuan sebesar 2.400.000 ya kira-kira jumlahnya 15 Miliyar lebih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Disnakerkukm, Siti Kharisah menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi kepada para pelaku usaha yang hendak mendaftar program bantuan BPUM. Ia menerangkan, program bantuan tersebut bukan milik Disnakerkukm Kebumen, melainkan milik pemerintah pusat sehingga pihaknya tidak bisa memastikan usulan diterima atau ditolak.

“Kita hanya bisa memfasilitasi teman-teman pelaku usaha yang memiliki minat untuk mendaftarkan usahanya. Soal keputusan semua ada di pusat,” ungkap Kharisah.

Disinggung soal ketentuan dan persyaratan bagi para calon penerima bantuan, Siti Kharisah mengungkapkan bahwa salah satu hal yang penting untuk diperhatikan ialah surat keterangan usaha (SKU) dari desa terkait.

“Surat keterangan usaha itu perlu diperhatikan oleh para pendaftar. Itu menjadi syarat penting atau validasi dasar yang menunjukkan kalau usaha tersebut benar-benar ada,” jelasnya. (CM35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *