mrapat.id

10 Ribu Balita di Kebumen Masih Terkena Stunting, Bupati: “Makan Ikan!”

Mrapat.id – Angka stunting di Kabupaten Kebumen masih tinggi. Terdata pada 2019, jumlahnya mencapai 10.291 balita mengalami stunting dari 53.083 balita. Besaran tersebut sekira 19,2 persen dari total balita yang ada di Kebumen.

“Ini memerlukan perhatian dan penanganan serius dan terpadu di semua stakeholder,” kata Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz, beberapa waktu lalu, saat menyerahkan bantuan paket bantuan ikan olahan kepada masyarakat dan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Pendopo Kecamatan Sruweng, Kebumen.

Lebih lanjut, Yazid menjelaskan, fokus penanganan kasus stunting di Kebumen pada 2020 sebanyak 10 desa. Diantaranya di Kecamatan Sruweng, yaitu Desa Pangempon, Condongcatur dan Sidoagung.

“Salah satu upaya menurunkan stunting di Kebumen, yakni dengan makan-makanan yang bergizi. Ikan menjadi salah satunya. Ikan sangat bagus untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kecerdasan. Selain itu, ikan mengandung protein tinggi, mudah dicerna dan mengandung berbagai asam amino yang sangat bermanfaat merangsang pertumbuhan sel otak balita. Ikan juga mengandung vitamin, mineral dan asam lemak omega 3,” papat Yazid

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah secara rutin memberikan bantuan ikan bagi rumah tangga miskin yang memiliki ibu hamil dan balita. Pada 2020 ini telah disalurkan bantuan ikan segar dan ikan olahan kepada 1.375 RTM. (M33)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *