mrapat.id

Guru dan Siswa Tak Kunjung Ketemu, Kemenag Kebumen: “Ini Tantangan Baru Pendidikan Karakter”

Mrapat.id – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di era pandemi telah menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi banyak pihak, khususnya para guru. Tidak hanya permasalahan penguasaan keterampilan dalam penggunaan IT, namun juga metode yang efektif dalam pembelajaran.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen menjadikan ini sebagai tantangan baru terutama kaitannya dengan pendidikan karakter. Sejatinya, guru memiliki dua peran utama, yaitu transfer of knowledge dan transfer of value. Selama PJJ berlangsung yang menjadi permasalahan utama adalah transfer of value atau pendidikan karakter.

Kepala Kemenag Kabupaten Kebumen, Panut mengungkapkan, kunci utama dari pendidikan moral merupakan teladan. Namun, selama PJJ, guru dan murid hanya dapat bertemu secara virtual. Tidak ada contoh secara langsung.

“Selama pandemi berlangsung, para guru di lingkungan Kemenag telah melakukan adaptasi. Pada dasarnya tidak ada hambatan yang terlalu berarti. Memang pendidkan moral menjadi salah satu tantangan. Guru tidak dapat memberikan teladan secara langsung. Mereka hanya dapat mengontrol via daring”, ujar Panut kepada mrapat.id, Rabu (03/02/2021) pagi.

Aktivitas para murid yang tidak dapat dilihat secara langsung menyulitkan pemantauan guru. Panut mengingatkan, peran aktif orang tua sangat diharapkan untuk ikut memantau anak-anaknya. Kerja sama dari kedua pihak inilah, kata Panut, yang sangat penting dalam masa PJJ.

“Tentu kita merasakan secara langsung bagaimana PJJ ini cukup sulit dan membuat pembelajaran kurang efektif. Namun, pandemi memaksa kita agar bisa segera beradaptasi. Kemungkinan bahwa adanya murid yang tidak melakukan sifat terpuji seperti, tidak sholat atau mengaji sangat mungkin terjadi,” kata Panut.

Lebih lanjut, Panut menekankan, guru perlu membekali diri dengan keterampilan menciptakan pembelajaran yang interaktif. Selain itu, kondisi psiokologi dari murid harus menjadi perhatian ekstra. Kerja sama dari setiap pihak sangat menentukan keberhasilan dunia pendidikan dalam melewati masa PJJ.

“Kondisi ini (pandemi_red) telah menyulitkan berbagai sektor kehidupan. Tidak terkecuali juga sektor pendidikan. Semoga ini segera berlalu agar semua kembali normal,” pungkas Panut (CM39).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *