mrapat.id

Perekonomian Masyarakat Kian Tak Menentu, Disperindag Kebumen: “Industri Pengolahan Makanan dan Minuman Jadi Tumpuan”

Mrapat.id – Pandemi Covid-19 memukul perekonomian di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Kebumen. Dunia usaha lesu. Daya beli masyarakat turun. Meski demikian, bidang industri olahan makanan dan minuman masih dapat diharapkan.

Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kebumen, mengungkapkan potensi industri pengolahan makanan dan minuman di era pandemi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Kebumen, Didik Praptiastuti menjelaskan, terkait potensi industri tersebut dilihat dari sejumlah faktor. Pertama, makanan dan minuman sebagai kebutuhan primer manusia. Kedua, pelaku usaha dalam bidang pangan jumlahnya melimpah. Ketiga, jenis industri potensial harusnya dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

“Industri olahan makanan dan minuman masih menjadi yang paling unggul. Di Kebumen, orang akan sangat mudah menemukannya. Tidak seperti industri lain, funiture misalnya yang hanya banyak diminati pada waktu-waktu tertentu saja. Makanan dan minuman tentu diminati setiap hari. Tidak heran jika saat pandemi melanda, industri ini tetap eksis dan berkembang secara pesat,” ujar Didik saat ditemui Mrapat.id di kantornya hari ini (03/02/2021).

Industri pengolahan makanan dan minuman memiliki banyak peminat baik sebelum dan saat pandemi berlangsung. Menurut Didik, meskipun memiliki potensi yang baik untuk pertumbuhan ekonomi di Kebumen, namun produk yang dihasilkan masih terbatas di pasar lokal. Mereka belum dapat memasarkan produknya hingga keluar daerah.

“Tantangan terbesar bagi industri ini adalah bagaimana mereka dapat membuat produknya dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Tidak hanya sebatas di Kebumen. Jika hanya di wilayah lokal, tentu income yang diperoleh terbatas” tukas Didik.

Didik juga menambahkan, permasalahan lain yang menghambat perkembangan industri ini adalah kurangnya modal, keterbatasan SDM, serta masalah penjualan dan pemasaran. Disperindag, kata Didik, telah memberikan fasilitas berupa pelatihan dan pembimbingan berkelanjutan dengan mendatangkan praktisi yang profesional. Namun, karena pandemi untuk sementara kegiatan tersebut diberhentikan. (CM39).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *