mrapat.id

Prestasi Olahraga Kebumen Butuh Diperhatikan

Mrapat.id – Dunia olahraga Kabupaten Kebumen masih minim prestasi. Pasalnya, menurut KONI Kebumen bidang olahraga belum menjadi prioritas pengembangan Pemerintah Daerah.

Pengurus KONI Kebumen, Dani Rizana mengungkapkan, sudah melakukan koordinasi bersama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebumen untuk melakukan kerja sama dengan kampus UNY guna mengembangkan prestasi atlet di Kebumen. Ini karena, prestasi olahraga masih minim.

“Pada pekan olahraga provinsi yang lalu, bahkan kita hanya mendapat satu medali emas. Sementara, ada banyak sekali cabang olahraga yang dipertandingkan. Tentu hal tersebut sangat mengecewakan,” ungkap Dani saat Diskusi Publik “Ruang Demokrasi” dalam rangka HUT ke-1 Mrapat.id, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab prestasi para atlet di Kebumen kurang maksimal. Salah satu penyebab utama, yaitu minimnya apresiasi dari pemerintah kabupaten. Ia mengungkapkan jika, para atlet yang berhasil mendapatkan medali emas pada event olahraga tidak pernah sepersenpun mendapat bonus. Tidak seperti daerah lain.

“Jika di kabupaten lain satu emas bisa mendapat 60 juta. Di sini tidak sepersenpun,” ujar Dani.

Pemberian apresiasi dalam bentuk nominal uang, kata Dani sangatlah penting untuk terus memacu prestasi dunia olahraga Kebumen. Para atlet dan pelatih tentunya akan termotivasi lebih apabila tersedia jenis apresiasi tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kebumen, Yuniarti Widayaningsih, menyatakan anggaran yang dimiliki KONI di DPRD dari tahun ke tahun jumlahnya 1 Milyar Rupiah. Namun, pemanfaatannya memang masih kurang maksimal. Terutama terkait masalah apresiasi untuk para atlet berprestasi. Kondisi tersebut tentu sangat disayangkan.

“KONI perlu melakukan audiensi ke DRPD. Kita belum mendapat kepenguatan dari KONI. Jika sudah ada yang datang, nanti kita mengundang dinas terkait untuk membahas bersama permasalahan ini,”, ungkap Yuniarti.

Permasalahan terkait apresiasiatlet berprestasi, kata Yuniarti sebetulnya merupakan hal klasik. Sudah sejak lama terjadi. Namun, hingga saat ini belum dapat terselesaikan. Tidak adanya audiensi antara pihak KONI dengan DPRD menjadi hambatan utama mengapa DPRD belum memberikan keputusan.

“Kami sangat berharap segera ada audiensi. Saat atlet yang berprestasi mendapatkan medali perak, perunggu, atau bahkan emas kan yang dibanggakan Kebumen juga. Jadi, semoga lekas terselesaikan,” pungkas Yuni (CM39).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *