mrapat.id

Setelah UNS, Kini UGM Siap Meramaikan Kebumen

Mrapat.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melalui Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat, Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. siap menggandeng perguruan tinggi di Kebumen membangun desa-desa menjadi maju dan mandiri.

Program KKN UGM membuka peluang bekerja sama memajukan desa. Kebumen, kata Prof. Irfan, memiliki sumber daya alam (SDA) potensial. Terdapat berbagai jenis hasil agribisnis yang dinilai mampu menjadi pendongkrak perekonomian masyarakat.

“Berdasarkan visi dan misinya, Kebumen menaruh harapan besar di sektor agribisnis. Di lapangan juga sangat potensial. Akan tetapi pengembangan potensi yang tersedia masih menjadi kendala,” ujar Prof. Irfan saat Diskusi Publik “Ruang Demokrasi” dalam rangka HUT ke-1 Mrapat.id, beberapa waktu lalu.

Menurut Prof. Irfan, besaran APBD Kebumen seharusnya bukan menjadi kendala mengembangkan potensi desa. Pasalnya, dengan anggaran senilai Rp 2,871 Triliun per tahun sudah cukup.

“Desa-desa di Kebumen masih jauh dari kategori mandiri. Berdasarkan IDM (Indeks Desa Membangun_red), terdapat 10 desa yang masih tertinggal, 300-an desa masih berkembang dan hanya satu yang sudah mandiri. Ini perlu dikaji terlebih dahulu, apa yang menjadi akarnya,” papar Prof. Irfan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, perlu pemetaan masalah tiap desa. Hal yang menjadi permasalahan, justru kerap kali kebijakan makro yang tidak sesuai dengan terapan di lapangan. Oleh karena itu, menurutnya, guna membangun desa perlu dilakukan pengklasifikasian permasalahan, agar kebijakan yang dibuat tepat.

“Melalui program KKN, UGM dapat mengambil satu desa di Kebumen sebagai model, guna diteliti. Selanjutnya, mari perguruan tinggi yang ada di Kebumen bekerja sama, mencontoh desa yang telah menerapkan model dari kami,” pungkas Prof. Irfan. (CM39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *