mrapat.id

Pembangunan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta, Distapang: “Peluang Bagus Pertanian Kebumen”

 Mrapat.id – Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen, menanggapi rencana pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta yang melewati wilayah Kebumen, terkait dengan potensi pertanian di Kebumen. Jalan tol tersebut akan membentang di Kebumen sejauh 57,5 km. Rencana pembangunan dimulai pada 2022, dan ditargetkan beroperasi 2025 mendatang. Saat ini, rencana tersebut sudah dalam tahap focus group discussion (FGD).

Dengan adanya jalan tol yang melintas di Kebumen, tentu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam hal ini, warga Kebumen didominasi sebagai petani. Menjadi penting untuk memprioritaskan peningkatan produksi pertanian.

Kepala Distapang Kebumen, Tri Haryono mengungkapkan, rencana proyek pembangunan jalan tol tidak membuatnya khawatir menggangu sektor pertanian di Kebumen. Sebaliknya, dia memandang justru dapat meningkatkan perekonomian petani, dilihat dari sisi semakin banyaknya orang yang akan mengunjungi Kebumen.

“Kalau dari segi lahan, kami tidak khawatir sebab selama ini kita selalu surplus untuk hasil pertanian unggulan, yaitu gabah. Jalan tol tidak memakan banyak area sawah,” tutur Haryono kepada Mrapat.id saat ditemui di kantornya pada Rabu (17/02/2021) lalu.

Menurut Haryono, Kekhawatiran yang muncul terkait adanya jalan tol seperti terganggunya akses petani, untuk menjual atau memasarkan hasil pertaniannya tidak perlu dirisaukan. Pemda melalui Bupati Kebumen telah mengusulkan dibuat dua interchange atau dua pintu masuk tol. Dengan demikian, katanya, akses pertanian tidak akan terganggu secara berarti.

“Nantikan direncanakan ada dua pintu tol. Di tengah ruas jalan tol daerah Buluspesantren dan di wilayah barat daerah Buayan. ” ujar Haryono.

Lebih lanjut, dia menegaskan, petani tidak perlu khawatir dalam masalah penjualan hasil produksinya. Adanya dua pintu tol tersebut justru mampu meningkatkan kesempatan menjual lebih banyak produk pertanian dari Kebumen. Hingga pada akhirnya keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar.

“Semoga dengan adanya rencana proyek jalan tol, sektor pertanian Kebumen dapat banyak diuntungkan,” tutup Haryono (CM39) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *