mrapat.id

Pertanian, Distapang Kebumen: “Sektor Tahan Krisis!”

Mrapat.id – Pandemi yang melanda lebih dari satu tahun telah berdampak pada krisis ekonomi multisektoral. Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang), Tri Haryono, mengungkapkan pertanian menjadi satu-satunya sektor yang tahan terhadap krisis dampak pandemi. Dengan demikian, perlu adanya perhatian lebih agar sektor ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Selama ini, Kabupaten Kebumen bertahun-tahun terus mengalami surplus beras sekitar 150.000 ton. Termasuk saat pandemi melanda sejak tahun lalu. Pada musim Oktober 2019 hingga Agustus 2020, kita masih surplus,” kata Haryono kepada mrapat.id saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Meksipun pada 2020, jumlah hasil produksi beras mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun hal tersebut bukan karena pandemi. Penurunan tersebut terjadi disebabkan kemarau panjang 2019, sehingga ketersediaan air belum tercukupi. Musim tanam pertama (MT I) yang harusnya dimulai pada Oktober-November mundur hingga Januari-Februari 2020, akibatnya panen dilakukan pada Mei-Juni. Padahal bulan tersebut, sudah memasuki musim kemarau sehingga produksinya menurun.

“Tahun ini musim tanam berlangsung seperti sebelumnya. Kita yakin 2021 panen padi akan kembali surplus,” imbuh Haryono.

Komoditas lain yang menjadi unggulan para petani selain padi adalah jagung dan kacang hijau. Setelah panen padi, lahan pertanian akan dialihfungsikan untuk menanam tanaman pasca panen, baik itu jagung atau kacang hijau. Distribusi pemasaran hasil pertanian dari kedua tanaman pasca panen tersebut, juga telah sampai luar kota. Permintaan ketiga komoditas unggulan tersebut, selama pandemi tetap tinggi.

“Selama pandemi, pertanian tentu sangat potensial untuk digeluti. Orang-orang yang pulang dari merantau tidak perlu merasa malu untuk bertani. Ini sangat menjanjikan,” pungkas Haryono. (CM39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *